Pertimbangan Afektif
Wilayah afektif meliputi banyak factor: empati, kepercayaan diri, ekstroversi, hambatan, peniru, kecemasan, sikap.
Contoh tipikal adalah peran egosentrisitas, dimana ego tersebut berpengaruh tak hanya dalam soal bagaimana mereka memahami diri mereka sendiri tetapi juga bagaimana mereka menggapai sesuatu diluar diri mereka, bagaimana mereka menjalin hubungan social dengan yang lain, dan bagaimana mereka menggunakan proses komunikatif untuk mendatangkan ekulibrium afektif.
Ciri-Ciri Afektif:
- Sikap dan Motivasi
Ø Sikap
Sikap digunakan dalam ilmu pengetahuan social.
Sikap sering dipertimbangkan dalam hubungan dengan komponen-komponen berikut:
a) Komponen kognitif, yang merujuk kepada keyakinan seseorang tentang suatu objek
b) Komponen afektif, yang merujuk ke jumlah perasaan positif atau negative yang dipunyai seseorang terhadap obyek tertentu
c) Komponen konatif, yang merujuk kepada niat tingkah laku seseorang atau merujuk kepada tingkah laku aktual terhadap obyek itu.
Sikap dipelajari karena bisa memodifikasi dengan belajar lebih lanjut dan bahwa sikap itu relative stabil dan tahan. Selain dari itu, sikap dapat diperikan sebagai predisposisi yang dipelajari untuk merespon dengan cara yang secara konsisten menyenangkan atau tidak dalam hubungan dengan obyek tertentu.
Ø Motivasi
Dalam Psikologi pendidikan perbedaan juga bisa dibuat antara;
a) Motivasi intrinsik, sebagai motivasi yang diarahkan dengan minat dalam tugas itu sendiri
b) Motivasi ekstrinsik, diarahkan oleh ransangan eksternal seperti persetujuan orangtua, tawaran sebuah hadiah, ancaman hukuman, nilai yang baik, dsb.
c) Motivasi instrumental, jika maksud belajar bahasanya menggambarkan nilai kegunaan dari pencapaian linguistik seperti maju dalam pekerjaan
d) Motivasi integratif, jika ia mau belajar tentang masyarakat budaya lain karena ia tertarik akan masyarakat itu secara pikiran terbuka, sampai titik akhirnya bisa diterima sebagai anggota dari kelompok lain itu.
Hubungan antar sikap dan motivasi, tergantung pada jenis motivasinya. Misalnya, motivasi integratif masyarakat sikap positif dari siswa terhadap penutur bahasa sasaran dan budayanya, tetapi seorang siswa yang termotivasi secara instrumental tak perlu mempunyai sikap positif terhadap kelompok bahasa sasaran.
- Kepribadian
Ciri-Ciri kepribadian;
Ø Ekstroversi
Secara khusus ekstrovert itu seperti; ramah (outgoing), petualang (adventuresome), banyak bicara (talkative), suka bergaul (sociable). Sedangkan introvert itu seperti; penyendiri (reserved), pemalu (shy), dan pendiam (qulet).
Ø Empati, merupakan kemampuan untuk menempatkan diri dalam diri orang lain agar memahaminya dengan baik.
0 komentar:
Posting Komentar