Model Pembelajaran Pair Cheks
Nama : Yohana Vionita Panjaitan
NIM/Kelas : 1000065/ Dik-A
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Standar Kompetensi
Berkomunikasi dengan bahasa indonesia serta tingkat madya
Kompetensi Dasar
Menyampaikan laporan atau presentasi lisan dalam konteks bekerja
Indikator
Ø Menyampaikan fakta (dalam tuturan deskriptif, naratif, ekspositoris) yang berkenaan dengan keadaan atau peristiwa yang dilaporkan
Ø Menyampaikan keadaan atau peristiwa secara kronologis (dalam tuturan deskriptif/naratif/ekspositoris) sesuai dengan tuntutan keadaan atau peristiwa yang dilaporkan secara lisan
Ø Menyampaikan rangkuman (kategoris) atau simpulan (analisis/sintesis) dengan benar.
Metode Pembelajaran yang digunakan yakni;
Spencer Kagen 1993
§ Apa yang dilakukan?
§ Bekerja berpasangan
(bentuk tim dalam pasangan-pasangan 2 siswa, dalam pasangan itu mengerjakan soal yang pas sebab semua itu akan membantu melatih)
§ Pelatih mengecek
(apabila partner benar pelatih memberi kupon)
§ Bertukar peran
(seluruh partner bertukar peran dan mengurangi langkah 1-3)
§ Pasangan mengecek
(seluruh pasangan tim kembali bersama dan membandingkan jawaban)
§ Penegasan guru
(guru mengarahkan jawaban/ide sesuai konsep)
Ketika saya memasuki kelas dan hendak mau belajar, dalam pertemuan ini saya akan memperbaharui metode pengajaran saya terhadap siswa. Saya akan menggunakan metode pembelajaran “Pair Cheks (Spenser Kagen, 1993)”.
Pertama sekali, saya akan menjelaskan dulu materi yang akan saya ajarkan yaitu tentang menyampaikan laporan atau presentasi lisan dalam konteks bekerja.
Materinya yakni;
Laporan merupakan suatu cara komunikasi yang berisi informasi sebagai hasil dari sebuah tanggung jawab yang dibebankan kepada pembuatnya.
Dengan kata lain, sebuah dokumentasi yang berisi fakta-fakta dari hasil penyelidikan suatu masalah sebagai bahan acuan pemikiran, penilaian serta tindakan.
Dengan kata lain, sebuah dokumentasi yang berisi fakta-fakta dari hasil penyelidikan suatu masalah sebagai bahan acuan pemikiran, penilaian serta tindakan.
Laporan berguna untuk:
(1) alat pertanggungjawaban secara tertulis
(2) pendokumentasian data
(3) bahan pertimbangan
(4) acuan pengambilan keputusan
(5) alat merumuskan suatu penilaian
(6) bahan evaluasi
(7) melatih berpikir sistematis
(1) alat pertanggungjawaban secara tertulis
(2) pendokumentasian data
(3) bahan pertimbangan
(4) acuan pengambilan keputusan
(5) alat merumuskan suatu penilaian
(6) bahan evaluasi
(7) melatih berpikir sistematis
Kriteria penyampaian laporan yakni;
(1) Isi laporan mencakup kelengkapan fakta, data yang akurat, faktual dan objektif.
(2) Penyajian mencakup penggunaan bahasa yang baik, jelas dan tepat sistematik
(1) Isi laporan mencakup kelengkapan fakta, data yang akurat, faktual dan objektif.
(2) Penyajian mencakup penggunaan bahasa yang baik, jelas dan tepat sistematik
serta menarik.
(3) Penyajian lisan harus disampaikan dengan vokal yang jelas,pengucapan, lafal,
(3) Penyajian lisan harus disampaikan dengan vokal yang jelas,pengucapan, lafal,
intonasi yang tepat dan gaya ekspresif yang sesuai.
Dari segi bentuk tertulis, laporan terbagi menjadi sebagai berikut:
- Laporan berbentuk formulir, merupakan laporan yang tinggal mengisi pada blangko yang disediakan
- Laporan berbentuk memorandum, yaitu laporan yang diuraikan secara singkat.
Laporan ini dibuat dalam rangka proses hubungan kerja antara atasan dan bawahan atau antar-unsur-unsur dalam suatu instansi.
- Laporan berbentuk surat, merupakan laporan yang diuraikan lebih panjang dari memorandum sebagaimana uraian dalam bentuk surat biasa. Jenis laporan ini dapat dipergunakan untuk bermacam-macam topik.
- Laporan berbentuk naskah, merupakan laporan yang panjang, biasanya disusun seperti makalah.
Materi laporan dibagi menjadi beberapa topik dan subtopik.
- Laporan berbentuk buku, yaitu laporan yang disusun dalam bentuk buku.
Dari segi struktur penulisan, laporan terbagi sebagai berikut:
1. Laporan formal, yaitu laporan yang struktur penulisannya lengkap terdiri atas:
- Halaman judul
- Halaman pengesahan
- Kata pengantar
- Daftar isi
- Daftar tabel (jika ada)
- Daftar grafik (jika ada)
- Pendahuluan
(berisi latar belakang, tujuan, ruang lingkup masalah/ objek, pembatasan masalah/ objek dan sebagainya)
- Bagian isi
(berisi uraian pembahasan tentang masalah atau objek yang dilaporkan serta hasil yang dicapai)
- Simpulan dan saran
(berisi hal-hal pokok atau intisari dari pembahasan laporan serta penyampaian keinginan pelapor terhadap hal-hal yang berkaitan dengan laporan yang belum
atau seharusnya ada)
Contoh laporan formal ialah laporan tentang keadaan dan perkembangan proyek yang sedang dilaksanakan, laporan penelitian ilmiah, dan laporan percobaan.
2. Laporan informal, merupakan laporan yang tidak memenuhi persyaratan sistematika di atas. Sistematika atau struktur penulisannya lebih sederhana atau memiliki model sistematika sendiri dan tidak bersifat standar. Yang termasuk laporan informal, ialah laporan perjalanan, laporan pengamatan, dan laporan kunjungan.
Pola Penyajian Secara Lisan
- Pola penyajian laporan bersifat narasi lebih menekankan uraian secara kronologis yang berdasarkan rangkaian waktu. Isi laporan bersifat penceritaan atau pemaparan peristiwa tentang objek yang dilaporkan.
Yang termasuk laporan ini ialah, laporan perjalanan, laporan peliputan peristiwa, dan laporan berita (reportase). Laporan ini dituntut harus faktual (berdasarkan yang ada), aktual berkaitan realita dengan kejadian yang baru terjadi, akurat berdasarkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan dan objektif (apa adanya). - Pola penyajian laporan bersifat deskripsi, lebih terfokus pada penggambaran mengenai lokasi, tempat, dan bentuk fisik serta ciri-ciri objek yang dilaporkan.
Yang termasuk laporan deskripsi ialah laporan pengamatan, laporan kunjungan, laporan observasi, dan sebagainya. - Pola penyajian laporan bersifat ekspositoris, berupa uraian yang berisi langkah-langkah kerja, proses kejadian, atau pemaparan mengenai tahapan-tahapan perkembangan objek yang dilaporkan.
Yang termasuk laporan bersifat ekspositoris ialah laporan penelitian, laporan percobaan, laporan pertanggungjawaban uraian pekerjaan yang menggunakan tahapan dan sebagainya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan laporan secara Lisan;
- Memberi tahu jenis laporan yang akan disampaikan.
- Menyampaikan pengantar sekilas tentang latarbelakang pembuatan laporan
- Menyampaikan proses memperoleh bahan laporan
- Memberikan gambaran secara umum tentang sistematika laporan
- Menyampaikan isi laporan dengan bahasa yang baik, formal dan efektif
- Memberikan penekanan pada uraian mengenai fakta jika berbentuk laporan naratif dan deskriptif
- Memberikan penekanan pada alur proses atau tahapan jika laporan berbentuk ekspositoris
Menyampaikan Rangkuman dan Simpulan Laporan
v Penyajian dalam bentuk rangkuman berupa uraian hal-hal pokok saja atau bentuk garis besarnya saja namun tetap tersusun secara sistematis.
v Simpulan merupakan uraian singkat yang diwarnai oleh pandangan dan penilaian dari si pembuat laporan. Simpulan dapat dibuat berdasarkan suatu analisis dari materi laporan, perpaduan (sintesis) dari beberapa aspek yang dilaporkan, dan dapat juga berbentuk kategori (pengelompokan) unsur-unsur yang dilaporkan yang memiliki ciri yang sama.
Setelah saya menjelaskan materinya, kemudian saya membagi menjadi beberapa kelompok, yang tiap-tiap kelompoknya terdiri atas dua orang (berpasang-pasangan). Tiap-tiap pasangan itu saya berikan tantangan untuk menyajikan laporan liputan peristiwa secara narasi. Saya ingin mengetahui seberapa besar daya tangkap mereka terhadap materi yang baru saya ajarkan. Tiap-tiap kelompok akan saya berikan waktu 15 menit untuk berfikir dan menyusun konsep apa yang akan mereka sampaikan. Setelah waktu mencapai garis finish, saya menyuruh seorang perwakilan dari tiap kelompok untuk menyampaikan laporannya. Dan dari tiap kelompok yang menyampaikan informasinya dengan tepat sesuai kriteria yang dijelaskankan, maka mereka berhak mendapat poin dari saya atas kerjanya. Kemudian seluruh partner bertukar peran dan masing-masing mengurangi langkah 1-3. Masing-masing pasangan tim kembali dan membandingkan laporannya tersebut dengan cara-cara yang sudah ditetapkan. Setelah mereka sudah mengetahui benar/salahnya dari pekerjaan mereka, kemudian saya akan mengarahkan jawaban cara-cara yang tepat dalam menyampaikan laporan secara lisan khususnya berbentuk narasi yang sesuai dengan konsepnya.
SKENARIO PEMBELAJARAN
NO. | LANGKAH PEMBELAJARAN | KETERANGAN |
1. | Kegiatan Awal: | |
a. Guru meminta siswa untuk duduk tertib di tempat duduknya masing-masing. | ||
b. Guru membuka pelajaran dan berdoa terlebih dahulu. | ||
c. Guru mengecek kehadiran siswa. | ||
d. Guru memberitahukan materi pembelajaran untuk hari ini. | ||
2. | Kegiatan Inti: | |
a. Guru menyampaikan materi laporan atau presentasi lisan dalam konteks bekerja. | Ceramah | |
b. Guru menjelaskan bagaimana meyampaikan laporan lisan itu dengn baik | Ceramah | |
c. Guru memberikan satu kartu kepada masing-masing siswa untuk dipelajari (dihapal) ± 5 menit. | ||
d. Guru meminta para siswa untuk membentuk kelompok kecil yang terdiri dari dua orang. | ||
e. Guru memberikan tantangan kepada siswa untuk saling aktif dalam menyampaikan laporan lisan | Diskusi | |
f. Guru mengevaluasi keberhasilan siswa dengan menilai laporan siswa tersebut dengan kriteria yang sudah ditentukan | Diskusi | |
3. | Kegiatan Penutup: | |
a. Guru mengarahkan jawaban/ide sesuai konsep | Diskusi | |
b. Guru menutup pembelajaran hari ini. | ||
0 komentar:
Posting Komentar